Kamis, 25 Maret 2010

UN 2010



Suasana UN 2010 di SMA Negeri 1 Pesaguan berlangsung tertib dan lancar.

Minggu, 21 Maret 2010

TUPOKSI WAKASEK

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PARA PEMBANTU KEPALA SEKOLAH

Tugas Waka Kurikulum

Membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam:

1. Menyusun program pengajaran

2. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan

3. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran

4. Menyusun jadwal evaluasi belajar dan pelaksanaan ujian akhir

5. Menerapkan kriteria persyaratan kenaikan kelas dan ketamatan

6. Mengatur jadwal penerimaan rapor dan STTB

7. Mengkoordinasikan, menyusun dan mengarahkan penyusunan kelengkapan mengajar

8. Mengatur pelaksaan program perbaikan dan pengayaan

9. Mengatur pengembangan MGMP

10. Melakukan supervisi administrasi akademis

11. Melakukan pengarsipan program kurikulum

12. Penyusunan laporan secara berkala

Tugas Urusan Kesiswaan

Membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam:

1. Menyusun program pembinaan kesiswaan (OSIS), meliputi: Kepramukaan, UKS, Paskibraka, pesantren kilat

2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan kesiswaan/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS

3. Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi

4. Menyusun jadwal dan pembinaan serta secara berkala dan incidental

5. Membina dan melaksanakan koordinasi 9 K ( keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan)

6. Melaksanakan pemilihan calon siswa berprestasi dan penerima bea siswa

7. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah

8. Mengatur mutasi siswa

9. Menyusun dan membuat kepanitiaan Penerimaan Siswa Baru dan pelaksanaan MOS

10. Menyusun dan membuat jadwal kegiatan akhir tahun sekolah

11. Membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala

Tugas Urusan Sarana dan Prasarana

Membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam:

1. Menyusun program pengadaan sarana dan prasarana

2. Mengkoordinasikan penggunaan sarana prasarana

3. Pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran

4. Mengelola perawatan dan perbaikan sarana prasarana

5. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan data sekolah secara keseluruhan

6. Melaksanakan pembukuan sarana dan prasarana secara rutin

7. Menyusun laporan secara berkala

Tugas Urusan Humas

Membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam:

1. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan dewan pendidikan

2. Membina hubungan antara sekolah dengan wali murid

3. Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya

4. Membuat dan menyusun program semua kebutuhan sekolah

5. Koordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah

6. Menciptakan hubungan yang kondusif diantara warga sekolah

7. Melakukan koordinasi dengan semua staf dan bertanggung jawab untuk mewujudkan 10 K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, keterbukaan dan keiklasan)

8. Menyusun program kegiatan bakti sosial, karya wisata, dan pameran hasil pendidikan (gebyar pendidikan)

9. Mewakili Kepala Sekolah apabila berhalangan untuk menghadiri rapat masalah-masalah yang bersifat umum

10. Menyusun laporan secara berkala

Jumat, 19 Maret 2010

Rabu, 03 Maret 2010

HADAPI UN DENGAN TENANG

Tak terasa 22 Maret akan segera tiba, hari-hari yang menentukan akan segera tiba yakni UJIAN NASIONAL. Ujian Nasional sampai saat ini menjadi momok yang menakutkan baik bagi siswa maupun pihak sekolah, karena masih menjadi salah satu indikator penentu keberhasilan siswa dalam menyelesaikan pendidikan di SMA. Semua sekolah melaksanakan berbagai persiapan ekstra untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional, berbagai uji coba dan latihan dilakukan dengan tujuan akhir yakni LULUS UJIAN NASIONAL. memang inilah harapan semua pihak baik siswa, orang tua maupun sekolah.
Dikalangan siswa terjadi sebuah ketakutan yang luar biasa sehingga tak jarang banyak siswa yang mengalami stres ringan, namun semuanya jangan dijadikan masalah yang besar dengan persiapan yang matang yakinlah kita bahwa kita bisa melewati standar minimal kelulusan yakni 5.50. Untuk itu bagi para siswa jangan putus asa sebelum berjuang, mari kita sambut ujian nasional dengan penuh suka cita, kita buktikan bahwa kita mampu, kita bisa, yang terpenting hanyalah keyakinan kita karena dengan keyakinan yang tinggi akan menjadi sebuah energi positif yang membawa akan membawa kita kekeberhasilan namun jangan lupa masih ada satu lagi kekuatan yang akan mampu membawa kita berhasil yakni kekuata DO'A. Jadi untuk para siswa/i berusahalah terus dengan usaha dan do'a yakinlah kita bahwa kita akan berhasil. Semoga Sukses......... by. milanisti

Sabtu, 06 Februari 2010

Profile SMA Negeri 1 Pesaguan
Tahun Berdiri : 2003
Status Sekoah : Negeri
Alamat : Jalan Propinsi Km. 32 Desa Pesaguan Kanan Kec. Matan Hilir Selatan Kab. Ketapang
Jumlah Siswa : 265 siswa
Jumlah Rombel : 9 klas
Kepala Sekolah : Agus Setiawan, S. Pd.

Selasa, 26 Januari 2010

SMA Negeri 1 Pesaguan

UN sebagai evaluasi atau alat memvonis ......... !!!

Sistem penilaian dalam sistem pendidikan di Indonesia memiliki 3 komponen yang berhak atau berkewajiban memberikan penilaian atas pendidikan yang telah didapat oleh siswa, ketiga komponen itu adalah Guru, Sekolah dan Pemerintah. Dalam kenyataanya UN menjadi momok yang secara rutin menghantui para siswa ketika mereka menginjak tahun ke tiga di sekolahnya. Hal ini dikarenakan hasil UN dan UAS adalah semacam bentuk penilaian final di mana kelulusan siswa didasarkan pada hasil yang didapat pada tahap ini, lalu untuk apa penilaian sekolah dan penilaian sang-Guru ? Dikemanakan hasil penilaian proses ? Sejauh mana keberhasilan pendidikan ditetapkan ? Apakah ada penghargaan diberikan ketika sekolah mampu mengubah prilaku secara positif ?
Menurut penulis, 3 komponen penilai memang sangat bagus dan cukup ideal, namun yang harus dirubah adalah pemanfaatan hasil UN dan UAS. Hasil UN dan UAS dapat dimanfaatkan untuk bahan pemetaan kualitas pendidikan di tiap daerah di Indonesia dan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Jadi UN dan UAS bukan alat untuk memvonis keberhasilan siswa.
Kita tidak perlu khawatir tentang bagaimana hasil lulusan ini, pemakai lulusan ini yang akan menyeleksi sesuai dengan kekhasan masing-masing.
Hal lain yang terjadi sekarang adalah ketika suatu sekolah itu diakreditasi (khusus negeri), ketika sekolah itu secara ril sarana dan prasarananya tidak memenuhi kualifikasi maka nama sekolah menjadi jelek karena misalnya bernilai C atau kurang dari itu. Padahal yang bertanggung jawab melengkapi sekolah pemerintah tentu pemerintah sendiri, jadi nilai asesor ini untuk siapa sebenarnya ? Hal ini juga diperburuk oleh opini dan paradigma sekolah gratis yang sepertinya sudah mulai menyatu dengan masyarakat, tentu menjadi kesulitan tersendiri bagi sekolah untuk menggalang dana dari masyarakat.
Jadi ditinjau dari sudut manapun pemerintah paling bertanggung jawab atas semua hiruk pikuk ini, karena yang membuat sistem pendidikan adalah pemerintah dan yang membangun opini dan paradigma masyarakat pun ya pemerintah juga.
Mudah-mudahan kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju, amin.